No Klik Kanan

Kamis, 27 Februari 2014

Pengetahuan Umum tentang Hotel

Definisi Hotel

Hotel adalah usaha akomodasi yang dikelola secara komersial yang menyediakan pelayanan makan, minum dan fasilitas penunjang lainnya. Dari pengertian di atatas, dapat dijelaskan bahwa sebuah hotel harus memiliki fasilitas berupa kamar tidur, restoran, bar dan fasiltas penunjang seperti : spa, bisniss center, kids corner, fasilitas kebugaran, fasilitas hiburan, drugstore dan fasilitas lainnya yang mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan tamu-tamu yang menginap.
Pengertian komersial disini mengacu pada hotel sebagai unit bisnis yang berorientasi laba. Namun laba yang dicapai hotel hendaknya berlandaskan kepuasan tamu/pelanggan yang menginap, dengan harapan mencapai long term profit dan keberlanjutan usaha hotel tersebut (going concern). Jadi tidak ada hotel yang bertujuan untuk merugi.
Masih ada beberapa pengertian atau penjelasan mengenai Pengertian Hotel itu sendiri antara lain:
A.      Salah satu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau keseluruhan bagian untuk jasa pelayanan penginapan, penyedia makanan dan minuman serta jasa lainnya bagi masyarakat umum yang dikelola secara komersil (Keputusan Menteri Parpostel no Km 94/HK103/MPPT 1987)

B.      Bangunan yang dikelola secara komersil dengan memberikan fasilitas penginapan untuk masyarakat umum dengan fasilitas sebagai berikut :
v  Jasa penginapan.
v  Pelayanan makanan dan minuman.
v  Pelayanan barang bawaan.
v  Pencucian pakaian.
v  Penggunaan fasilitas perabot dan hiasan-hiasan yang ada di dalamnya.
(Endar Sri,1996:8).

C.      Sarana tempat tinggal umum untuk wisatawan dengan memberikan pelayanan jasa kamar, penyedia makanan dan minuman serta akomodasi dengan syarat pembayaran (Lawson, 1976:27)


Fungsi Hotel

Hotel memiliki dua fungsi, yakni sebagai sarana pariwisata yang memenuhi kebutuhan wisatawan selama melakukan perjalanan dan fungsi sebagai unit bisnis seperti yang dijelaskan di atas. Yang perlu disoroti adalah fungsi pertama sebagai sarana pariwisata. Oleh karena berfungsi sebagai sarana pariwisata yang pengembangannya berdasarkan konsep “Sustainable Tourism Development”, pengelolaan sebuah hotel hendaknya tidak melulu berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang menekankan pencapaian laba akuntansi.
Lebih dari pada itu, hendaknya pengelolaan hotel harus memperhatikan indikator dalam “Sustainable Tourism Development” antara lain :
v  Mampu mensejahterakan karyawan dan masyarakat sekitar lingkungan hotel.
v  Mampu melindungi aset-aset budaya.
v  Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata.
v  Mampu memuaskan pelanggan, dalam hal ini wisatawan atau tamu yang menginap.
v  Mampu memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan bagi masyarakat sekitar.
v  Memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
v  Melindungi aset alami seperti pantai, hutan, jurang, sungai, bukit dsb.
v  Membantu pengelolaan sumber daya alam yang langka.
v  Mengendalikan dan membatasi dampak negatif dari operasional hotel.
v  Berperan serta dalam perencanaan dan pengendalian pariwisata
Tidak dapat dipungkiri, belum semua hotel mampu melaksanakan butir-butir tersebut di atas. Namun lambat laun semua hotel diharapkan mau dan mampu, karena “Sustainable Tourism Development” merupakan tuntutan bagi wisatawan yang saat ini sudah sangat sensitiv terhadap keberlanjutan dan pelestarian lingkungan. Jadi, lambat laun hotel-hotel yang melanggar prinsip "sustainable" akan tersisih dari persaingan, bahkan di blacklist.
Untuk mampu melayani tamu dengan baik, maka pengelolaan hotel melibatkan banyak profesional yang terikat dalam sebuah organisasi. Organisasi hotel dipimpin oleh General Manager, di bantu oleh Executive Assistant Manager, Resident Manager, Departement Head, Supervisor Section dan Staff Hotel.  Berikut ini adalah pemegang kendali fungsi dari sebuah hotel :
v  Fungsi pimpinan utama dipegang oleh General Manager.
v  Fungsi pelayanan makanan dan minuman dipegang oleh Food and Beverage Manager.
v  Fungsi produksi makanan dipegang oleh Executive Chef.
v  Fungsi pelayanan administrasi kamar dipegang oleh Front Office Manager.
v  Fungsi penyiapan kamar dipegang oleh Executive Housekeeper.
v  Fungsi pemasaran dipegang oleh Sales Exevutive Manager.
v  Fungsi akuntansi dipegang oleh Chief Accountant.
v  Fungsi sumber daya manusia dipegang oleh Human Resource Manager.
v  Fungsi kemanan dipegang oleh Chief Security.
Organisasi sebuah hotel tidaklah sama antara satu hotel dan hotel lainnya, mengingat bentuk susunan organisasi sangatlah fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan dan karakter pemimpin utamanya, berlandaskan prinsip keefektifan dan efisiensi operasional.
Karir sangat ditentukan dari prestasi dari karyawan hotel. Belum tentu seorang karyawan yang memiliki pendidikan sarjana akan lebih berkembang karirnya dibandingkan seorang karyawan yang berpendidikan diploma. Hal ini disebabkan karena hotel lebih memperhatikan action daripada konseptual berpikir, karena pekerjaan di hotel sangat instant, diproduksi sekarang, harus selesai dan dinikmati sekarang  (mengacu pada karakteristik jasa yaitu inseparabelity dan perishable). Namun demikian makin tinggi pendidikan seorang karyawan akan memperbesar peluangnya untuk meningkatkan karir, mengingat dalam penentuan bintang/kelas sebuah hotel akan menilai seberapa tinggi pendidikan karyawannya.


Karakteristik Hotel

A.      Perbedaan antara hotel dengan industri lainnya adalah :
Industri hotel tergolong industri yang padat modal serta padat karya yang artinya dalam pengelolaannya memerlukan modal usaha yang besar dengan tenaga pekerja yang banyak pula.
B.      Dipengaruhi oleh keadaan dan perubahan yang terjadi pada sektor ekonomi, politik, sosial, budaya, dan keamanan dimana hotel tersebut berada.
C.      Menghasilkan dan memasarkan produknya bersamaan dengan tempat dimana jasa pelayanannya dihasilkan.
D.      Beroperasi selama 24 jam sehari, tanpa adanya hari libur dalam pelayanan jasa terhadap pelanggan hotel dan masyarakat pada umumnya.
E.        Memperlakukan pelanggan seperti raja selain juga memperlakukan pelanggan sebagai patner dalam usaha karena jasa pelayanan hotel sangat tergantung pada banyaknya pelanggan yang menggunakan fasilitas hotel tersebut.


Jenis Hotel

Penentuan jenis hotel tidak terlepas dari kebutuhan pelanggan dan ciri atau sifat khas yang dimiliki wisatawan (Tarmoezi, 2000:5) Berdasarkan hal tersebut, dapat dilihat dari lokasi dimana hotel tersebut dibangun, sehingga dikelompokkan menjadi:
a.       City Hotel
Hotel yang berlokasi di perkotaan, biasanya diperuntukkan bagi masyarakat yang bermaksud untuk tinggal sementara (dalam jangka waktu pendek). City Hotel disebut juga sebagai transit hotel karena biasanya dihuni oleh para pelaku bisnis yang memanfaatkan fasilitas dan pelayanan bisnis yang disediakan oleh hotel tersebut.

b.      Residential Hotel
Hotel yang berlokasi di daerah pinngiran kota besar yang jauh dari keramaian kota, tetapi mudah mencapai tempat-tempat kegiatan usaha. Hotel ini berlokasi di daerah-daerah tenang, terutama karena diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin tinggal dalam jangka waktu lama. Dengan sendirinya hotel ini diperlengkapi dengan fasilitas tempat tinggal yang lengkap untuk seluruh anggota keluarga.

c.        Resort Hotel
Hotel yang berlokasi di daerah pengunungan (mountain hotel) atau di tepi pantai (beach hotel), di tepi danau atau di tepi aliran sungai. Hotel seperti ini terutama diperuntukkan bagi keluarga yang ingin beristirahat pada hari-hari libur atau bagi mereka yang ingin berekreasi.

d.      Motel (Motor Hotel)
Hotel yang berlokasi di pinggiran atau di sepanjang jalan raya yang menghubungan satu kota dengan kota besar lainnya, atau di pinggiran jalan raya dekat dengan pintu gerbang atau batas kota besar. Hotel ini diperuntukkan sebagai tempat istirahat sementara bagi mereka yang melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan umum atau mobil sendiri. Oleh karena itu hotel ini menyediakan fasilitas garasi untuk mobil.


Segi Jumlah Kamar Hotel

Menurut Tarmoezi (Tarmoezi,2000:3), dari banyaknya kamar yang disediakan, hotel dapat dibedakan menjadi :
v  Small Hotel
Jumlah kamar yang tersedia maksimal sebanyak 28 kamar.
v  Medium Hotel
Jumlah kamar yang disediakan antara 28- 299 kamar.
v  Large Hotel
Jumlah kamar yang disediakan sebanyak lebih dari 300 kamar.

                                
Klasifikasi Hotel

Menurut keputusan direktorat Jendral Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi no 22/U/VI/1978 tanggal 12 Juni 1978 (Endar Sri, 1996 : 9), klasifikasi hotel dibedakan dengan menggunakan simbol bintang antara 1-5. Semakin banyak bintang yang dimiliki suatu hotel, semakin berkualitas hotel tersebut. Penilaian dilakukan selama 3 tahun sekali dengan tatacara serta penetapannya dilakukan oleh Direktorat Jendral Pariwisata.


3 komentar:

Blog Celetak mengatakan...

Nice post bro...
kunjungan dari https://celetak.blogspot.co.id/

Blog Celetak mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Novika Sani mengatakan...

Thanks info.

Posting Komentar